SMS Center

Hotline : 08111403819

Whatsapp

SMS Center : 08111902686

BB Messenger

BB Messenger : 5E6704C3 &

Kontak Email

admin@perlengkapanbeladiri.com
- Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur

Welcome

Selamat Datang di Toko Online Kami

Kami merupakan Penyedia dan Penjual produk peralatan dan perlengkapan Beladiri berbahan dasar Kayu, tetapi tidak sedikit yang berbahan dasar besi atau turunannya. Kebanyakan dari produk kami adalah senjata Tradisional Seni Beladiri yang digunakan untuk latihan seni Beladiri pada umumnya, seperti Bokken, nunchaku, Tonfa, Toya, Triplestick dll. Nah Selamat melihat-lihat Katalog Produk kami, mudah-mudahan sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda, kepuasan anda adalah Prioritas Kami.

Nunchaku berasal dari Cina atau dari Jepang? temukan jawabannya disini!


Jenis Artikel
Rating
StockTersedia
Deskripsi Artikel Darimana senjata Nunchaku/Dobelstik berasal? dari Cina atau dari Jepang? untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut saya akan menguraikan latar belakang sejarah lahirnya Nunchaku. Ada yang berpendapat Nunchaku berasal dari Cina, well pendapat ini tidak salah, jika melihat dari fakta sejarah tidak dapat dipungkiri bahwa di Cina pada jaman dahulu para praktisi beladirinya sering sekali menggunakan Flail (Senjata berupa tongkat panjang yang disambung dengan konektor tapi panjang gagang genggaman lebih panjang dari gagang pemukul. Konon senjata Flail tidak hanya digunakan di Asia (Cina) tapi juga di Eropa.
Flail yang digunakan bangsa Eropa
Flail sering digunakan para ksatria berkuda untuk menyapu bersih lawannya ke tanah. Flail di China dikenal dengan sebutan "Shao Zi Gun in".
Shao Zi Gun In
Ada juga sejarah yang mengatakan bahwa Nunchaku itu berasal dari toya/tongkat pemberian seorang guru beladiri (Grandmaster) kepada muridnya di Cina sebelum ia wafat sebagai warisan untuk bertempur/membela diri. Tetapi di dalam perjalanan hidupnya sang murid mematahkan Toya/tongkat ini menjadi tiga bagian. Sejak saat itu, ia tidak mau beralih kepada senjata lain dan tetap menggunakan senjata toya/tongkat warisan sang guru. Ia mendapat inspirasi untuk menghubungkan potongan Toya itu dengan tali penghubung dan jadilah senjata "Triplestick". Konon Triplestick berevolusi sampai sekarang (disederhanakan menjadi Nunchaku). Walaupun sering dibilang Nunchaku berasal  dari senjata peradaban Cina kuno (Toya yang menjadi triplestick tadi) namun pendapat atau fakta sejarah ini kerap kali dibantah oleh para ahli Sejarah. Ahli  Sejarah mengatakan bahwa bagaimanapun kehadiran dari Nunchaku berawal dari alat Bertani, bukan alat perang seperti Toya maupun Triplestick.Seperti yang ditemukan dalam fakta sejarah Okinawa (sebuah nama pulau kecil di Jepang yang sangat makmur penduduknya) bahwa nunchaku berasal dari sebuah alat bertani. Pada tahun 1429, Kaisar Sho Hashi menjajah Okinawa dan menyatukan tiga wilayah Okinawa menjadi satu, dan memberlakukan larangan keras kepada warga/penduduk setempat untuk menggunakan pedang Katana, pisau atau jenis benda tajam lainnya. Kecuali para Samurai dan pasukan kerajaan Jepang,bagi siapa saja yang melanggar akan berakhir dalam penjara.Tentu saja para penduduk lokal setempat dilanda kecemasan dan ketakutan ketika  keamanan mereka diusik oleh para pasukan Samurai dan Gangster yang menggunakan senjata tajam. Sejak saat itu penduduk Okinawa berlatih ilmu beladiri dengan sangat serius untuk mempertahankan hidupnya dari serangan pasukan Samurai yang sudah menguasai pulau Okinawa sejak 17 abad yang lalu.  Pulau Okinawa lalu menjadi bagian dari kerajaan Jepang, sejak saat itu penduduk Okinawa diharuskan membayar pajak yang sangat tinggi kepada kaisar Jepang dan selalu menderita karena diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah Jepang. Mereka para penduduk Okinawa tidak pernah melakukan perlawanan ataupun pemberontakan besar-besaran terhadap pemerintah Jepang, tetapi hanya melakukan perlawanan sporadis terhadap para petugas Jepang, petugas pemungut pajak (Tax Collector) dan Grup Gangster kecil.  Walaupun cuma perlawanan kecil-kecilan lambat laun pemberontakan mereka diketahui oleh sang penguasa Okinawa yaitu Kaisar So Hashi, dan kaisar kemudian memberlakukan peraturan baru yaitu melarang keras penggunaan segala jenis senjata baik jenis tajam maupun tumpul di seluruh wilayah Okinawa, siapa saja yang melanggar akan dibunuh. Pemerintah Jepang lalu mebentuk suatu tim pasukan bernama "Katana Giri", yang mana keberadaan  pasukan Elit tersebut bertugas untuk memburu  dan membunuh orang yang tidak punya izin menggunakan pedang katana maupun senjata tajam lainnya serta menutup seluruh pabrik penempaan besi/senjata tajam (blacksmiths). Selama masa2 sulit tersebut hanya diperbolehkan 1 pisau untuk setiap desa, itupun hanya boleh digunakan selama 4 jam sehari atas  izin kepala desa masing-masing. Uniknya para penduduk Okinawa jika ingin menggunakan pisau harus mengambilnya disebuah tiang yang mana di tiang tersebut telah diikatkan sebuah pisau.
Nunchaku melawan Samurai
Selama masa periode ini, para praktisi beladiri Okinawa berpikir bahwa jalan satu-satunya untuk membeladiri adalah dengan menggunakan "tangan kosong". Akhirnya pada masa itu hampir semua para penduduk Okinawa  berlatih ilmu beladiri yang disebut "Tote" atau "Okinawa-Te", yang kita kenal kemudian sekarang bernama "Karate". Tidak hanya berlatih beladiri tangan kosong para penduduk Okinawa berlatih beladiri dengan menggunakan benda apa saja yang ada di hadapan mereka seperti sampan dan tali kekang kuda, yang kemudian hari kita kenal dengan nama "kobudo atau Kobujutsu".
Ada Nunchaku di museum
Di tangan orang-orang Kobudo yang cerdas objek/benda  yang ditemukan sehari-hari dapat digunakan sebagai senjata untuk membela diri, walaupun tidak semamatikan seperti tombak atau pedang namun setidaknya dapat melukai lawan secara serius bahkan kepada lawan yang bersenjata lengkap sekalipun. Saya pikir disinilah awal kelahiran nunchaku dimulai. Oh iya, selain lahirnya Nunchaku berasal dari alat bertani (penumbuk padi) juga ada yang berasal dari Tali kekang Kuda. Cuma beda pada bentuknya saja dengan model bentuk Nunchaku jaman sekarang, seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut dibawah.
Nunchaku model Tali kekang Kuda 
  Sumber :  http://www.nunchaku-sfw.com/index.php?tab=dossiers&page=presentation&lang=en                      

 
Kontak Kami Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service jualbokkenmurah.blogspot.com siap melayani dan membantu Anda.
Deskripsi Produk


Bagaimana cara memilih nunchaku/dobelstik yang benar versi saya


Jenis Artikel
Rating
StockTersedia
Deskripsi singkat  TIPS MEMILIH NUNCHAKU YANG BENAR DAN TEPAT

Rasa bingung, pusing itulah saat pertama kali kita tertarik dengan senjata beladiri ini. Ingin memulai berlatih untuk sekedar bisa tehniknya saja, atau menjadi pemain nunchaku profesional sungguhan adalah awal mula tujuan kita membeli/memiliki nunchaku. Syukur-syukur jika bisa menjadi pemain Nunchaku profesional beneran, tapi itu semua butuh  suatu proses, dimana bisa jadi awal mula kita hanya sekedar iseng atau senang memainkannya disaat2 waktu senggang, tetapi lama kelamaan menjadi addicted(ketagihan) dan mendorong rasa penasaran kita untuk terus memperdalam tekniknya lebih jauh lagi. Apapun alasan dan tujuan kita, jauh lebih penting untuk kita tahu dasar-dasar memilih Nunchaku dengan benar sebelum belajar tehniknya, agar tidak menyesal dikemudian hari. Berikut akan saya beritahukan  caranya:
1. Jika anda orang dewasa, biasanya anda akan memilih Nunchaku yang panjangnya antara pergelangan telapak tangan (Wrist) orang dewasa sampai siku tangan (elbow), rata2 panjangnya untuk orang dewasa 32 cm. Karena jika terlalu panjang akan gampang memukul dan melukai tubuh sendiri, jika terlalu pendek akan sulit mengontrol dan menangkapnya.
Diameter dari Nunchaku itu sendiri umumnya 2,5 cm karena diameter ukuran tersebut termasuk kategori slim (ramping) untuk sebuah nunchaku yang mana akan memudahkan pemainnya memainkan gagang nunchaku dengan lincah dengan jarinya. Akan tetapi jika diameter terlalu besar akan mengakibatkan si pemain akan susah mengontrol gagang nunchaku lewat jari-jarinya.Sekali lagi sy tekankan disini Diameter 2,5 cm bukan suatu angka yang mutlak, sebab ukuran diameter ditentukan oleh pilihan/selera individu masing-masing. Bisa jadi anda mempunyai tangan dan jari jemari yang besar dan tujuan anda memiliki Nunchaku yang utama adalah sebagai senjata beladiri yang akan anda bawa kemanapun. Bila itu persoalannya maka idealnya anda harus memiliki nunchaku yang diameternya lebih dari 2,5 cm (agak gemuk) serta berat.

2.Pilih gaya Nunchaku China atau Jepang ? Umumnya bentuk model Nunchaku ada dua jenis yaitu model Cina dan Jepang. Model Cina umumnya mempunyai diameter sama antara awal gagang sampai ujung gagang dan berbentuk silinder, sebagaimana bentuk nunchaku yang kita kenal pada umumnya sekarang. Sedangkan model Jepang berbentuk Octogonal (segidelapan)yang mana pada diameter awal gagang yang menyambung ke konektor lebih kecil daripada diameter ujung gagangnya. Nunchaku gaya Jepang lebih banyak digunakan untuk bertarung dikarenakan bentuknya yang octogonal (bersudut tajam), karena bisa memberikan dampak kerusakan yang sangat significant terhadap objek yang dikenainya, dan biasanya lebih berat dari Nunchaku gaya Cina. Sedangkan Nunchaku gaya Cina lebih nyaman dipakai oleh berbagai tipe tangan orang.


Nunchaku Octagon gaya Jepang



Nunchaku Rounded Gaya Cina
3. Dari segi konektor, yang dimaksud dengan konektor disini adalah tali atau rantai yang menyambungkan gagang Nunchaku satu dengan gagang nunchaku lainya. Lantas timbul pertanyaan;" lalu Nunchaku jenis konektor apa yang sebaiknya saya pilih ? Tali atau rantai?" sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengetahui seluk beluk kelebihan dan kelemahan masing2 bahan konektor.
Konektor Tali => kelebihan : lebih ringan, flexible tidak mudah rusak atau putus jika
Nunchaku  berbenturan dengan benda sangat keras, dan juga lebih ringan.
Kekurangan : gampang putus jika pemakai nunchaku menggunakannya untuk
menangkap bilah pisau (beladiri)
Konektor Rantai=>Kelebihan : lebih kuat,  bisa untuk menangkap pisau/bilah tajam.
Kekurangan : lebih mudah putus jika Nunchaku berbenturan dengan benda
 sangat keras.
Jadi yang mana yang  harus anda pilih? jawabannya tergantung kebutuhan anda.
Panjang konektor Nunchaku gaya Cina lebih panjang daripada Nunchaku gaya Jepang, biasanya panjangnya 22 cm berbanding terbalik  dengan gaya Nunchaku bebas (Pro Cux) yang hanya butuh konektor beberapa cm saja. Dilihat dari segi Beladiri nunchaku dengan konektor panjang gaya Cina mempunyai kelebihan yang lebih kentara dalam hal menyerang objek, selain itu dapat mengunci anggota tubuh lawan/persendian lawan dikarenakan konektornya yang panjang, tetapi kelemahannya sulit dikontrol, atau bahkan dapat menyakiti tubuh kita jika kita tidak waspada. Sedangkan nunchaku yang konektornya lebih pendek kurang begitu significant dalam hal menyerang objek, tapi lebih mudah di kontrol/ditangkap. Umumnya ukuran panjang konektor Nunchaku yang standar (tidak panjang tidak pendek) adalah kurang lebih 12 cm (lebar telapak tangan orang dewasa).
Pengaruh konektor terhadap Performance Nunchaku
panjang Konektor Standar

3.Bagaimana dengan berat NunchakuBerat Nunchaku sangat mempengaruhi performance nunchaku baik itu untuk pertunjukan keterampilan bermain Nunchaku maupun untuk bertarung. Pilih berat nunchaku sesuai kebutuhan anda. Berikut adalah kriteria berat Nunchaku :
A.  Nunchaku dengan berat antara 500 sampai 100 gram, ini termasuk jenis nunchaku Ringan, oleh karena itu diperlukan konektor dengan panjang kurang dari 6 cm karena jika tidak akan sulit kita kontrol. Umumnya Nunchaku ini dimasukkan dalam kategori Pro Cux.
B.  Nunchaku dengan berat antara 100 gram sampai 230 gram, ini termasuk jenis nunchaku tipe standar, cocok digunakan oleh siapa saja.
C. Nunchaku dengan berat lebih dari 230 gram, termasuk kedalam jenis Nunchaku untuk bertarung (Combat Nunchaku) karena mempunyai kekuatan menghancurkan yang besar, tetapi lebih sulit untuk mengontrolnya tepat sesuai keinginan kita, kecuali untuk nunchaku yang mempunyai konektor panjang ( lebih dari 14 cm).
D. Nunchaku dengan berat lebih dari 600 gram. Berapapun panjang konektor tidak masalah, Nunchaku jenis ini hanya cocok untuk pertarungan.

Sumber : http://www.nunchaku-sfw.com/index.php?tab=dossiers&page=dossiers_caracteristiques&lang=en&art=carac_dimensions
 
Kontak Kami Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service jualbokkenmurah.blogspot.com siap melayani dan membantu Anda.
Deskripsi Produk


Bokken senjata mematikan, dapat membunuh Lawan kurang dari 10 Detik


Jenis Artikel
Rating
Tem

Bokuto atau yang kita kenal sebagai Bokken (pedang Katana Kayu) pertama kali pemakaiannya dipopulerkan oleh Miyamoto Musashi (seorang Pendekar Samurai yang Legendaris di Jepang)ketika mengalahkan Sasaki Kojiro (Seorang Jawara Pedang yang paling menakutkan di Jepang) di pulau Ganryujima Jepang. Duel yang sangat fenomenal tersebut di menangkan oleh Miyamoto Musashi hanya dengan menggunakan sebuah Bokuto/Bokken Suburito (Bokken yang sedikit lebih berat dibandingkan dengan Bokken pada umumnya) sedangkan lawannya menggunakan pedang katana sungguhan jenis Nodachi yang ukurannya lebih panjang dari pedang katana pada umumnya. Sejak saat itu pemakaian Bokuto/Bokken mulai menjadi tren dikalangan para pendekar samurai dan dipakai dari jaman ke jaman oleh para praktisi Beladiri sampai sekarang.  Bukan hanya dalam pertarungan dengan Sasaki kojiro saja Musashi menggunakan Bokken tetapi dalam pertempuran-pertempuran lainnya pun Musashi menggunakan Bokken, dan ia selalu menang. Dalam sejarah tercatat ia telah mengalahkan jagoan samurai sebanyak 60 kali pertempuran.
Monumen pertarungan antara Musashi dengan Kojiro di pulau Ganryujima, terlihat musashi (sebelah kiri yang sedang meloncat) sedikit lebih cepat mengayunkan Bokkennya ketimbang lawannya
 ika disimak dalam setiap pertarungan dengan lawannya Musashi hampir selalu menggunakan Bokken, apa sebabnya? Ada tiga penyebab utama yaitu:
Penyebabnya adalah pertama, Bokken dapat merusak bilah Katana yang Tajam, Walaupun Bokken terbuat dari kayu,  ia tidak serta merta dapat dipatahkan begitu saja oleh bilah katana yang tajam, walaupun Bokken tersebut  di bacok oleh bilah Katana terkuat dan paling mahal sekalipun, butuh waktu berkali-kali bacokan agar Bilah Bokken tersebut terbelah/patah. Hal ini menjadikan Bokken sebagai  pilihan yang bagus dan ideal untuk dijadikan sebagai senjata penangkis dalam pertarungan.
Penyebab Kedua Bokken lebih tebal bahkan lebih keras dan berat dibandingkan dengan Katana sesungguhnya sehingga dapat merusak, meretakkan, mematahkan, meremukkan tulang manusia yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam tubuh manusia seperti paru-paru, otak, pembuluh darah dan lainnya, dan sudah pasti akan berujung pada Kematian.
Penyebab Ketiga secara psikologis penggunaan Bokken dapat membuat musuh meremehkan Musashi, ketika lawan  meremehkan Musashi maka ia (lawan) menjadi kurang waspada, maka disaat lawan lengah  Musashi dengan sangat mudah dapat mengalahkannya.
Dengan demikian, balik kepada judul  Topik bahasan kita, apakah benar Bokken bisa membunuh seseorang dalam tempo waktu kurang dari 10 detik? apakah ini bukannya terlalu mengada-ada. Mari kita analisa sejenak,

Dari Sisi Bokken :
kebanyakan Bokken terbuat dari kayu yang keras atau sangat keras, solid dan berat, membawanya saja sudah terasa berat, apalagi mengayunkannya, butuh kontrol dan tenaga yang pas agar pukulan bokken melaju sesuai dengan yang diharapkan pemakainya.
Dari Sisi Pemakai :
Umumnya semua orang  dewasa,  baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda dapat dengan mudah memukul dengan Bokken ke sasaran yang diinginkan dan mempunyai efek damage yang besar terhadap objek yang dipukul walaupun si pemakai adalah orang yang paling awam sekalipun dalam teknik seni beladiri pedang. Mereka dapat memukul binatang sampai mati dengan tongkat kayunya, bahkan membunuh sesama manusia.Tapi apakah yang terjadi jika seseorang pengguna Bokken mempunyai kemampuan teknik seni beladiri pedang? tentunya akan lebih mematikan lagi daripada orang yang awam akan seni beladiri pedang. Tidak memandang segala level kemampuan teknik berpedang baik level dasar, menengah maupun level atas, pengguna Bokken ini lebih mematikan daripada orang awam. Masalahnya tinggal berapa lama lawan akan tumbang tidak berdaya dari hantaman Bokken. Pengguna level Level Dasar biasanya butuh waktu lebih lama dari level Menengah, dan level Menengah butuh waktu yang lebih lama dari yang Level atas, demikian halnya Level Atas cuma memakan waktu lebih singkat untuk menumbangkan lawan  ketimbang level menengah dan level bawah. Semakin tinggi tingkat kemampuan beladiri seseorang, semakin singkat ia mengalahkan/membunuh musuhnya. Bahkan dalam Kondisi tertentu sang pengguna Bokken dengan skill yang tinggi dalam sekali gerak dapat merobohkan lawannya, dan kalau dihitung itu mungkin tidak sampai 10 detik.
Dari Sisi Lawan/ Target/Objek yang Dipukul :
 Dari sisi Lawan/Objek yang dipukul bisa dibagi menjadi kategori berikut :
1. Dari segi Pengetahuan dan kemampuan Lawan
2. Dari segi Anatomi Tubuh Manusia (Lawan)
Dari segi Pengetahuan dan Kemampuan Lawan, maksudnya:
Lawan  dapat dibagi menjadi orang awam, orang yang sekedar punya dasar Beladiri, orang yang punya cukup skill beladiri, orang yang punya level skill beladiri baik level menengah maupun level keatas. Jika Lawannya orang awam tentunya pengguna bokken dengan level Dasar akan lebih lama merobohkannya dibandingkan dengan pengguna Bokken level Menengah. Level menengah lebih lama dari Level Atas. Sedangkan Level atas butuh waktu lebih Singkat untuk menumbangkan daripada level menengah dan bawah. Intinya semakin tinggi kemampuan skill beladiri si pemakai Bokken, dan semakin rendah kemampuan keterampilan beladiri Lawan maka akan semakin cepat robohnya.
Dari Sisi Tubuh Manusia, maksudnya :
Tubuh manusia mempunyai banyak titik-titik lemah yang sangat peka jika di tekan dengan besaran tenaga tidak terlalu kuat, jumlahnya mungkin puluhan namun ada beberapa titik lemah yang umumnya banyak diketahui orang. Dengan hanya menekannya saja dengan tenaga yang tidak seberapa dapat membuat orang kesakitan, bayangkan apabila titik lemah tersebut dipukul dengan tenaga orang yang terlatih seni beladiri pedang dampaknya sudah pasti adalah Kematian.
dengan Sekali Gerak,  pukulan Bokken (Senjata Kayu) dapat mematikan Lawan.
Mungkin orang yang sudah terlatih ilmu beladiri pedang menganggap pukulan Bokkennya dikeluarkan dengan tidak bertenaga, namun bagi orang awam yang tidak terlatih ilmu seni beladiri pedang menganggap pukulan itu sangat besar sekali tenaganya. Ini dikarenakan orang yang terlatih ilmu seni beladiri pedang sering berlatih ratusan bahkan ribuan kali mengayunkan pedang dengan fokus, sehingga dengan tidak disadari teknik dan tenaganya keluar begitu saja saat mengayunkan bokkennya. Kecepatan Tumbangnya lawan juga sangat dipengaruhi oleh titik vital mana yang dihantam oleh Bokken, apabila Bokkennya menghantam bagian Titik Vital yang sangat Rapuh pasti Lawan akan lebih cepat roboh, sebaliknya jika Bokken menghantam bagian titik Vital yang kurang Rapuh tentu lawan akan semakin lama dirobohkan tetapi sudah pasti dia merasakan kesakitan yang amat sangat, tapi dia masih sanggup berdiri. Di sini saya tidak mau menjelaskan titik vital manusia mana saja yang membahayakan apabila diserang, soalnya he..he..he terlalu Vulgar. Anda bisa mencari informasi akan hal ini dimana saja. Apabila Lawan objek yang dipukul menggunakan baju pelindung dan Helm pelindung kepala tentu Lawan akan semakin lama robohnya, ini tergantung dari kelihaian dan kecakapan  pemakai Bokken tersebut tentunya.
Melihat judul diata s sepertinya bukan suatu hal yang mustahil jika Bokken bisa membunuh orang dalam tempo kurang dari 10 detik tergantung siapa orang yang memakainya. Jika si pemakai Bokken orang yang cakap dalam teknik memainkan seni beladiri pedang


 
Kontak Kami Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service jualbokkenmurah.blogspot.com siap melayani dan membantu Anda.
Deskripsi Produk


Anda Belum Layak Disebut Penggemar Samurai, jika Belum Tahu hal ini ( Bokken )


JENIS Artikel
Rating
TEMAMengenal BOKKEN / BOKEN / BOKUTO

 Kali ini saya akan membahas tentang Bokken (salah satu senjata beladiri yang terkenal dari Jepang). Tahukah sobat apakah Bokken itu? Yup benar, Bokken adalah sejenis pedang katana yang terbuat dari kayu (bilah dan gagangnya terbuat dari kayu. Pada umumnya kita sering melihat 3 jenis bokken yang sering digunakan untuk latihan yaitu bokken berbentuk pedang Katana, bokken berbentuk pedang Wakizashi (lebih pendek dari bokken berbentuk pedang katana), dan Bokken berbentuk pisau Tanto. Padahal dalam pengertian yang lebih luas Bokken tidak hanya dikenal dengan 3 jenis itu saja, tapi masih dibagi lagi menjadi 4 jenis:
  • Model daitō atau Tachi(ukuran pedang katana), pedang panjang.
  • Model shoto atau odachi (ukuran pedang Wakizashi), pedang pendek.
  • Model tantō bo (ukuran pisau Tanto)
  • Model suburito dapat dibuat dalam ukuran daitō and Shoto.
Sebenarnya pengertian Bokken tidak hanya digunakan hanya untuk keempat jenis Bokken tersebut diatas tapi juga berlaku untuk senjata-senjata jepang lain seperti nagamakino-dachi,yarinaginatakama, dan lain sebagainya yang terbuat dari kayu.  
Federasi Olahraga Kendo Jepang menggolongkan Bokken ke dalam beberapa ukuran untuk digunakan dalam pertandingan Kendo Kata yang resmi, yang dikenal dengan nama Nippon Kendo Kata yaitu:
  • Tachi: Panjang Total, kira2 102 cm; tsuka(gagang) kira2 24 cm.
  • Kodachi: Panjang Total, kira2 55 cm; tsuka(gagang) kira2 14 cm.               Sedangkan Bokken model Suburito adalah model bokken yang lebih tebal dan berat terutama pada bagian Bilah ketimbang bokken pada umumnya. Bokken model ini biasanya digunakan untuk melatih teknik Suburi (latihan mengayun pedang) dan untuk pra latihan kata (sebelum latihan kata yang sebenarnya). 
    Berat yang dimiliki Suburito dimamfaatkan oleh para praktisi untuk memperkuat dan pengkondisian fisik serta teknik dalam rangka untuk menambah pengembangan semangat Bushido mereka. Bokken Suburito juga sering digunakan untuk latihan secara sendiri-sendiri tanpa partner (biasanya juga digunakan juga untuk berlatih kata atau jurus). Bokken Suburito biasanya berukuran panjang sekitar 115 cm (45 in), dengan berat 1 kg (2.2 lb). Semua jenis Bokken biasanya digunakan oleh para siswa beladiri sebelum mereka ahli menggunakan pedang katana sebenarnya dengan alasan keamanan. Sebab lain Bokken/Bokuto dari segi biaya/harga jauh lebih murah daripada pedang katana yang sebenarnya. Ada juga model bokken yang hanya digunakan untuk ber solo teknik, atau melakukan suatu jurus(kata) dengan teknik drawing Sword, yaitu bokken dengan sarung (bokken with saya) yang didesain menyerupai pedang katana sebenarnya. Tampak dari bokken ini body nya yang Slim baik bilah maupun gagangnya. Seni Beladiri Jepang yang menggunakan Bokken adalah Kenjutsu, Aikido, Iaido, Ninjutsu, dan Kendo. Untuk kendo kebanyakan dari praktisi memakai bokken untuk berlatih tarung dengan partner tanpa melakukan kontak langsung (alias memberikan jarak beberapa cm dari tubuh lawan), karena bisa fatal akibatnya jika melakukan pertarungan full contact dengan Bokken, lawan atau partner bisa cedera parah atau yang paling parah bisa menyebabkan cacat permanen ataupun kematian.Oleh karena itu para praktisi Kendo mengganti Bokken (Katana Kayu) ini dengan Shinai (pedang Katana yang terbuat dari Bambu) yang bersifat ringan dan lentur dan relatif tidak mencederai tubuh, walaupun dalam prakteknya sang praktisi masih memerlukan pelindung lagi seperti dikepala dan badan agar tidak cedera ketika ayunan shinai partner mereka mengenai badan/tubuh mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Bokken menjadi senjata alternatif yang mematikan dalam melukai lawan atau bahkan membunuh lawan pengganti pedang Katana yang tajam, dan tidak boleh digunakan untuk pertarungan bebas kontak langsung. Tokoh legenda nyata dari Jepang yang sering menggunakan Bokken untuk melawan musuhnya yang menggunakan pedang sesungguhnya adalah Miyamoto Musashi. Banyak pertarungan yang dimenangkannya hanya dengan menggunakan Bokken, padahal lawannya menggunakan pedang katana sungguhan yang tajam. Salah satu pertarungannya yang fenomenal adalah ketika melawan sang seniman/pendekar pedang muda yang sangat disegani dan ditakuti dikalangan para Samurai Jepang, bernama Sasaki Kojiro.Untuk sang legenda Bokken dan pedang ini kita akan membahasnya dilain kesempatan.

Kontak Kami Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service jualbokkenmurah.blogspot.com siap melayani dan membantu Anda.
Deskripsi Produk


DOWNLOAD E BOOK GRATIS


Harga GRATIS
Rating
StockE Book Seni Beladiri
Deskripsi singkat

Klik Ikon Lepas di samping kanan atas untuk dapat men Download E book GRATIS ini!
Kami menghadiahkan kepada anda beberapa E BOOK pelajaran Seni Beladiri secara GRATIS Kepada Anda, meliputi seni beladiri Tangan Kosong dan Bersenjata.

 
Kontak Kami Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service jualbokkenmurah.blogspot.com siap melayani dan membantu Anda.
Deskripsi Produk


Bokken Ninjato Oni Hanzo


Harga Rp. 430.000
Rating
StockPre Order
Deskripsi singkat Bokken Ninjato Oni Hanzo di buat semirip mungkin dengan pedang katana Ninjato sebenarnya. Dengan ukuran Bokkennya yang lebih tipis, hampir setipis pedang katana Ninja yang sebenarnya menjadikan Bokken ini hanya layak untuk latihan seorang diri tanpa Partner dan sangat cocok untuk dijadikan hiasan di rumah. Tersedia warna tali Sageo Merah, Biru dan Hijau.

Spesifikasi :
Panjang Total : 97 cm
Panjang Saya : 70 cm
Lebar : 4,5 cm

Sebelum meng Order Produk mohon hubungi Admin terlebih dahulu untuk cek ketersediaan barang, jika barang tidak ada, maka anda disarankan untuk Preorder (memesan produk) yang biasa lama jangka waktu pembuatannya kurang lebih antara 2-3 minggu (bisa lebih cepat atau lebih lambat dari waktu yang diperkirakan) tergantung Kondisi faktor cuaca, antrian dan sumber dayanya.

Harga sewaktu-waktu mungkin dapat berubah (naik ataupun turun) tergantung pada harga bahan baku, biaya produksi dan operasional, serta perubahan nilai Tukar mata uang asing untuk barang Impor. hubungi kontak diatas untuk cek harga
 
Kontak Kami Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service jualbokkenmurah.blogspot.com siap melayani dan membantu Anda.
Deskripsi Produk


google-site-verification: google31ab26ec960c248a.html

Laman

Konfirm

Entri Populer

Katalog